WHAT'S NEW?
Loading...

3 Fakta Teori Atom yang Tidak Dijelaskan Sekolah

Perkembangan Teori Atom
Pernah belajar Teori Atom? Selama ini kita sekolah hanya disuruh menghafalkan ciri-ciri atom. Katanya, kecil. Asal kamu tau saja, makna kecil bisa berbeda-beda. 

Gunung Bromo sangat kecil jika dibandingkan dengan planet Jupiter. Tapi, gunung Bromo sangat besar jika dibandingkan dengan manusia. Lantas sebenarnya dia besar atau kecil? Tergantung pada standart satuannya.


Tangan bisa dijadikan satuan pengukuran
Satuannya "kepalan tangan"
Standart satuan itu seperti “sentimeter”, atau kita buat sendiri stadartnya seperti “Jupiter”. Atau bisa juga berupa “rambut”. Ya, sehelai rambut manusia sama dengan 500.000 atom yang saling menumpuk. Kalau satuannya adalah “tangan”, maka satu kepal tangan manusia sama dengan kumpulan 1.000.000.000.000.000 atom yang saling bertumpukan.

Jika satu atom sama besar dengan kelereng, maka sekepal tangan sama besarnya dengan bumi. Sudah mengerti teori atom? Atau belum jelas? Yuk! Kita cari tau lebih dalam lagi tentang benda unik ini.



Teori Atom: Sekecil apakah ukurannya? 
Permisalan ukuran
Jari manis ini terlalu besar untuk dikatakan atom
Coba perhatikan jari manismu. Bayangkan bahwa di dalam jari manismu terdapat ruanganmu bersama kamu yang sedang duduk saat ini. 

Kemudian, isi ruanganmu itu dengan beras sampai penuh. Satu butir beras yang kamu lihat saat itu sama dengan satu sel pada jari manismu.





Ukuran Atom
Kecil banget, ya? ngerti gak?
Sekarang bayangkan bahwa sel tadi sama besarnya dengan ruanganmu, dan kamu ada di dalamnya lagi. 

Kemudian isi ruangan itu dengan dengan beras lagi. Pada saat itu, beras yang memenuhi ruangan sama besarnya dengan protein.

Perhatikan sela-sela kecil diantara beras. Jika pasir halus dimasukan untuk mengisi ruang-ruang antara beras tadi, maka inilah kira-kira ukuran dari atom. Bisa dibayangkan, bukan?


Lalu, terbuat dari apa?
Isinya atom terdiri dari elektron, proton, dan neutron.
Isinya Atom
Di dalamnya terdapat neutron, proton, dan electron. Proton dan neutron saling terikat. Dan darisanalah terbentuk inti, yang terikat oleh salah satu dari empat hukum gaya fundamental di alam semesta.

Neutron terbuat dari quarks yang saling terikat satu sama selainnya oleh Gluon. Kalau begitu, quark sangatlah kecil, apalagi gluon. Tapi, belum ada yang tau sekecil apa. 


Empat hukum gaya fundamental di alam semesta
Empat hukum gaya fundamental
Banyak saintis mengira bahwa mereka mungkin seperti titik. Kami [Kurzgesagt] curiga bahwa quark dan electron adalah komponen paling fundamental di alam semesta.

Baca Juga: 5 Penjelasan Ilmiah menurut Teori Big Bang

Elektron mengorbit inti dengan kecepatan 2.200 km per detik. Kecepatan itu cukup tinggi untuk mengitari bumi dalam waktu 18 detik.

99.999999999999% isi atom sebenarnya adalah ruangan kosong. Tapi, kekosongan itu sebenarnya tidak benar-benar kosong. 

Teori Atom
Fluktuasi kuantum seperti wallpapernya Samsung?


Justru, sebenarnya ruangan itu terisi oleh fluktuasi kuantum, yaitu medan yang memiliki energy potensial dan ada kemudian dissolve secara spontan. 

Fluktuasi ini punya pengaruh yang fundamen tentang interaksi partikel.








Sebenarnya, seberapakah ruangan yang di isi oleh elektron dan inti?
Kepadatan Bintang Neutron
Densitas Sebuah Bintang Neutron
Tergantung. Jika kamu mengambil semua space antara inti di Empire State Building, ukurannya sekitar sebesar satu butir beras. Kalau space pada atom semua manusia, banyaknya sekitar sesendok teh.

Ada beberapa obyek ekstrim yang mana memiliki kerapatan yang lebih besar lagi seperti bintang neutron. Dia bermassa tiga kali massa matahari dengan ukuran yang hanya beberapa kilometer. Beda lagi kalau kita ngomongin kerapatannya lubang hitam.
Baca Juga: Penjelasan Ilmiah Misteri Lubang Hitam yang Jarang Diketahui

FYI, kerapatan adalah massa dibagi volume. Itu berarti, ruangan/space-nya sangatlah kecil. Lebih kecil dari Empire State Building. 


Lalu, seperti apa bentuknya?
Orbital Elektron
Orbital Elektronnya Hidrogen

Elektron adalah sebuah fungsi gelombang (f(x)) dan sekaligus partikel. Kita bisa menentukan kemungkinan posisinya pada waktu tertentu. Semua kemungkinan itu dinamakan orbital.

Sebenarnya, orbital hanya menentukan kemungkinan letaknya dengan akurasi 95%. Akurasi kemungkinannya bisa mencapai nol jika perhitungannya semakin jauh dari inti. 



Teori Atom
Lokasi Elektron yang Memungkinkan
Tapi sebenarnya, kemungkinannya tidak mencapai nol, sebab secara teoritis, elektron bisa ada pada sisi lain di alam semesta. Ini mirip dengan salah satu bagian dari teori mekanika kuantum.

Membuat emas dengan elektron, neutron, dan proton
Kita bisa bikin emas sendiri haha
Asal kamu tau saja, semua benda yang ada pada sekitar kita terdiri dari kombinasi inti dan elektron. Yah, meskipun nampaknya semua benda berbeda-beda. Tapi, pada tingkat atom semuanya sama. 

Jika kamu mengambil satu proton dan satu elektron maka kamu akan mendapatkan hydrogen. Tambah satu proton dan satu neutron, maka kamu punya helium. Tambah beberapa lagi, maka kamu dapat karbon, fluorine, bahkan emas.

Semua hidrogen yang ada di alam semesta adalah sama. Misalnya, hidrogen yang ada di Matahari adalah sama dengan hidrogen yang ada pada tubuhmu.

Lho, tapi kok bentuk dan warna tubuhnya tidak sama dengan matahari? Mungkin ini bisa dipelajari di bagian logika.
Teori Atom
Semakin kita tau, semakin kita tidak tau
Beberapa orang percaya bahwa pada tingkat ini [atom], semuanya menjadi tidak logis. Tapi saya percaya, seperti halnya Einstein, bahwa ada suatu datum atau data yang manusia lupakan, sehingga hubungan antara benda tingkat ini dengan benda makroskopis nampaknya tak logis. Kita hanya perlu terus menelitinya.
Baca Juga: Latar Belakang Belajar Ilmu Logika
Terimakasih untuk Kurzgesagt - In a nutshell karena videonya-lah maka saya bisa menulis artikel sepanjang ini. Yuk! subscribe dan like videonya agar bisa terus memproduksi video bermanfaat bagi kita dan orang banyak.


6 komentar: Leave Your Comments

  1. Posting tentang dualisme cahaya kak

    BalasHapus
  2. Mantaaaabbbb semoga suatu saat anak saya nanti membaca ini yah Mas Mohammad, sangat berguna, penjelasan simple, analogi yang sangat relevan. Terima kasih mas infonya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas Sandi, semoga :)
      Monggo baca-baca lagi di blog saya, khususnya juga bab ilmu logika... :)

      Hapus
  3. Einstein yg padahal dirinya dulu ikut memberikan gagasan dasar sehingga teori mekanika kuantum dpt berdiri sukses sampai sekarang, bahkan sampa2 mekanika kuantum dinobatkan sbg teori paling sukses sepanjang peradaban manusia. Namun yg ironis, Einstein dgn tanpa melihat harapan kedepan kalau mekanika kuantum akan jadi teori sesukses sekarang, sampai akhir hayatnya, Einstein nampak bgt membenci teori tsb, karenan prinsip determinismenya runtuh seketika dlm skala kuantum. Perilaku2 aneh kuantum itulah yg tdk sesuai dgn determinisme, bahkan kausalitas terkesan campur aduk dan tentu saja dunia kuantum jelas bertentangan dgn logika. Walaupun Einstein sempat mengusulkan sebuah variabel tersembunyi dgn harapan determinisme muncul kembali. Sayangya, beberapa dekade setelah kematianya, JS Bell dgn teoremanya membantah adanya variabel tsb dan memperkenalkan prinsip non-lokalitas. Dan selama dlm area non-lokal tsb, mekanika kuantum benar-benar tampak seolah mistis dan ghaib. :v barangkali kita bisa saling sharing ilmu, kalau berkenan kontak email saya reisamakage@gmail.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Einstein tidak menyukai gagasan Neils Bohr. Itu sebabnya dia mengatakan: "Tuhan tidak bermain dadu". Sebenarnya, saya sepakat dengan Einstein di beberapa sisi. Meskipun scr eksperimen dan matematis tidak ada yang gagal di dalam teori ini, saya tetap yakin, pasti ada sesuatu yang kita tinggalkan datanya. Sehingga, nampak ini sebagai sesuatu yang aneh. Bagaimana bisa realitas kecil memiliki sifat yang bertolak belakang dari realitas yang lebih besar dan hukum yang terikat kepadanya?

      Saya yakin, ada trigger lain yang tidak saya ketahui. Saya jadi ingat kisah Pasteur yang mencoba membantah Spontanious Generatia di jamannya. Nampaknya memang makhluk hidup itu berasal dari makhluk mati. Tapi kita hanya perlu mengkaji lebih dalam bahwa itu tidak relevan dengan kenyataan. Bagaimana bisa dari daging yang tak bernyawa bisa menghasilkan belatung yg sama sekali berbeda dari daging itu sendiri? Ini pasti ada sebab yang relevan.

      Pada prinsipnya, saya berkeyakinan bahwa ada sesuatu yang kurang manusia pahami ttg dunia sub-atomik itu shg kita melihatnya sebagai sesuatu yang aneh. Yang perlu kita lakukan adalah menelitinya, dan terus menelitinya sampai selesai. Bagi saya, selama keanehan ini tidak terjawab, maka ini belum sempurna secara ilmu.

      Boleh, saya tanggapi jika saya memiliki waktu yang cukup.

      Hapus